Frasers Group Resmi Bentuk Divisi Luxury untuk Ekspansi Global

Frasers Group semakin serius memperkuat bisnisnya di sektor luxury retail. Perusahaan asal Inggris tersebut kini membentuk divisi baru bernama Frasers Group Luxury, yang disiapkan sebagai ekosistem bisnis luxury dengan cakupan Inggris dan Amerika Serikat (AS) serta ambisi untuk berkembang secara global.

Langkah ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Dalam beberapa tahun terakhir, Frasers Group memang terus memperluas kehadirannya di industri fashion dan luxury retail melalui akuisisi, investasi, hingga kerja sama dengan berbagai merek ternama.

Jika sebelumnya nama Frasers Group lebih dikenal sebagai perusahaan di balik Sports Direct, kini bisnisnya telah berkembang jauh lebih luas. Perusahaan tersebut memiliki Harvey Nichols, Flannels, dan The Webster, serta memegang saham besar di Mulberry dan Hugo Boss, ditambah kepemilikan saham di Burberry.

Flannels, Harvey Nichols dan The Webster Jadi Inti Divisi Baru

Frasers Group Luxury akan menyatukan sejumlah bisnis luxury utama milik grup, terutama Flannels, Harvey Nichols, dan The Webster.

Perusahaan menyebut divisi baru tersebut sebagai kombinasi antara portofolio bisnis luxury, kemampuan digital, investasi strategis, serta hubungan jangka panjang dengan berbagai brand partner.

Pembentukan divisi ini juga menjadi langkah lanjutan dari strategi luxury yang telah dibangun Frasers Group selama lebih dari satu dekade.

Dengan menggabungkan pengalaman dan jaringan Frasers Group dengan pendekatan bisnis yang selama ini menjadi kekuatannya, perusahaan berharap dapat menciptakan platform yang mendukung pertumbuhan luxury retail di pasar global.

Flannels Terus Memperluas Bisnis Luxury

Flannels menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Frasers Group menuju sektor luxury.

Merek tersebut bergabung dengan Frasers Group pada 2017 dan kini telah memiliki lebih dari 80 toko di Inggris. Flannels sendiri diposisikan sebagai retailer yang menawarkan konsep “new luxury”, dengan menyasar konsumen fashion yang menginginkan pengalaman premium sekaligus mengikuti perkembangan tren.

Sebelumnya, Flannels berada di bawah divisi Premium Lifestyle Frasers Group. Dengan terbentuknya Frasers Group Luxury, bisnis tersebut kini menjadi bagian dari struktur khusus yang berfokus pada pengembangan luxury secara lebih luas. okeslot

The Webster Menjadi Pintu Masuk ke Pasar Amerika

Ekspansi Frasers Group ke Amerika Serikat juga semakin kuat setelah perusahaan mengambil alih mayoritas saham The Webster sekitar setahun lalu.

Akuisisi tersebut menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas jaringan Frasers Group di pasar luxury AS.

Sejak mengambil alih mayoritas saham, perusahaan terus melakukan investasi terhadap jaringan toko The Webster, termasuk lokasi di Bal Harbour, South Beach, dan New York.

Ekspansi berikutnya juga akan hadir di Bal Harbour Shops West, yang menurut perusahaan akan diperkenalkan pada bulan depan.

Harvey Nichols Jadi Akuisisi Terbesar di Segmen Luxury

Dari seluruh bisnis luxury yang dimiliki Frasers Group, Harvey Nichols menjadi salah satu aset paling bergengsi sekaligus akuisisi terbaru perusahaan.

Masuknya Harvey Nichols semakin memperjelas ambisi Frasers Group untuk menjadi pemain besar di industri luxury retail.

Perusahaan juga disebut memiliki rencana investasi besar untuk beberapa lokasi Harvey Nichols, termasuk flagship store di London serta gerai di Manchester dan Edinburgh.

Sementara itu, muncul laporan bahwa cabang Harvey Nichols di Bristol dan Leeds berpotensi dialihkan menjadi toko Flannels. Rencana tersebut cukup menarik karena Leeds sendiri sudah memiliki toko Flannels berukuran besar.

Perjalanan Frasers Group di Luxury Tidak Selalu Mulus

Meski ekspansi luxury Frasers Group terlihat agresif, perjalanan perusahaan di sektor ini tidak selalu berjalan lancar.

Salah satu contohnya adalah akuisisi Matches pada akhir 2023. Bisnis tersebut kemudian ditutup tidak lama setelah diambil alih Frasers Group.

Matches kini telah diakuisisi oleh Hulcan dan dipersiapkan untuk kembali beroperasi. Frasers Group sendiri juga tercatat memiliki investasi di Hulcan.

Namun, kegagalan Matches tampaknya tidak menghentikan strategi Frasers Group untuk terus memperbesar bisnis luxury.

Frasers Group Ingin Bangun Ekosistem Luxury Global

Frasers Group mengatakan portofolio luxury miliknya mencakup berbagai bentuk bisnis retail premium, sekaligus investasi strategis di industri luxury yang lebih luas.

Selain Flannels, Harvey Nichols, dan The Webster, perusahaan juga memiliki investasi pada nama-nama seperti Mulberry, Burberry, Hugo Boss, serta investasi terkait Hulcan.

Menurut Frasers Group, divisi luxury baru tersebut dirancang untuk membantu brand partner dalam berbagai tahap pertumbuhan. Mulai dari menjangkau konsumen baru, memasuki pasar baru, memperluas bisnis, hingga menciptakan nilai jangka panjang.

CEO Frasers Group, Michael Murray, mengatakan bahwa bisnis luxury telah menjadi salah satu pilar perusahaan selama lebih dari satu dekade.

Ia menyebut Frasers Group berhasil membangun ekosistem luxury bernilai lebih dari £1 miliar hanya dalam waktu sekitar 10 tahun.

Dengan lebih dari 100 toko di Inggris dan AS, perusahaan kini memiliki skala, pengalaman, dan hubungan dengan berbagai brand yang dianggap cukup kuat untuk memasuki tahap ekspansi berikutnya.

Ambisi Frasers Group pun semakin jelas, yaitu membawa bisnis luxury tersebut ke pasar global melalui ekspansi organik, akuisisi, dan investasi strategis.

Sementara itu, CEO Harvey Nichols Julia Goddard menilai dukungan Frasers Group dapat membantu Harvey Nichols mengembangkan warisan brand sekaligus mempersiapkan babak baru bisnisnya.

Dengan pembentukan Frasers Group Luxury, perusahaan kini tidak lagi sekadar memiliki bisnis luxury sebagai bagian dari portofolionya. Frasers Group mulai membangun sebuah ekosistem khusus yang dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama perusahaan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *