Kpopers Indonesia Serukan Merek Mewah Hentikan K-Washing dan Gunakan Energi Terbarukan

Penggemar K-pop di Indonesia ikut menyuarakan isu lingkungan dengan menyerukan kepada sejumlah merek fesyen mewah agar memperkuat komitmen mereka dalam mengurangi emisi karbon.

Aksi tersebut merupakan bagian dari kampanye Kpop 4 Planet bertajuk Unboxed: High Fashion, High Carbon. Kampanye ini melibatkan penggemar K-pop di enam kota besar dunia, termasuk Jakarta, untuk mendorong merek mewah seperti Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent menggunakan energi terbarukan di seluruh rantai pasok mereka.

Kpopers Tolak Praktik K-Washing

Para penggemar K-pop menyoroti fenomena yang disebut sebagai K-washing, yaitu penggunaan popularitas dan citra positif budaya K-pop untuk membangun kesan ramah lingkungan tanpa diikuti aksi iklim yang dianggap memadai.

Jevon dari fanbase Blink Official Indonesia mengatakan bahwa para penggemar bangga terhadap kepedulian lingkungan yang pernah ditunjukkan Blackpink.

Menurutnya, citra positif para idola seharusnya tidak digunakan oleh merek mewah untuk sekadar membangun citra ramah lingkungan.

“Kami bangga dengan Blackpink dan berharap merek-merek mewah yang bekerja sama dengan Blackpink tidak menggunakan image baik tersebut untuk melakukan greenwashing tanpa menunjukkan aksi iklim yang nyata dan berani untuk lingkungan,” ujar Jevon dalam keterangan resmi pada September 2023.

Kampanye Kpop 4 Planet Hadir di Jakarta

Kampanye Kpop 4 Planet menggunakan truk MobileLED untuk membawa pesan para penggemar ke berbagai kota besar dunia.

Sebelum hadir di Jakarta, kampanye tersebut telah menyambangi sejumlah kota seperti New York, London, Paris, Tokyo, dan Seoul. Di Jakarta, pesan kampanye ditampilkan di sekitar sejumlah lokasi populer, termasuk kawasan Monas dan pusat perbelanjaan yang menjadi lokasi berbagai butik merek mewah.

Pesan yang dibawa antara lain menyerukan agar merek fesyen mewah menunjukkan kepedulian lingkungan secara nyata.

Salah satu slogan yang digunakan dalam kampanye tersebut adalah “Penggemar K-pop peduli lingkungan. Merek mewah tunjukkan cintamu untuk lingkungan secara nyata!”

Ada pula pesan High fashion, greenwashing gak bikin keren!” yang ditujukan kepada industri fesyen mewah.

Fans K-pop Minta 100 Persen Energi Terbarukan

Kpop 4 Planet dan para penggemar meminta perusahaan fesyen mewah tidak hanya menggunakan energi bersih di toko dan kantor, tetapi juga di seluruh rantai pasok produksinya.

Dayeon, juru kampanye Kpop 4 Planet di Korea Selatan, mengatakan bahwa semakin banyak merek mewah menggunakan idol K-pop untuk menjangkau konsumen muda, terutama penggemar K-pop.

Namun, menurutnya, perusahaan juga perlu menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar terhadap lingkungan.

Karena itu, para penggemar menuntut perusahaan menghentikan penggunaan batu bara dan beralih ke 100 persen energi terbarukan dalam rantai pasok mereka.

Blackpink dan Isu Lingkungan

Keterlibatan fanbase Blackpink dalam kampanye tersebut tidak terlepas dari citra grup K-pop tersebut dalam isu lingkungan.

Blackpink sebelumnya dikenal pernah terlibat dalam advokasi lingkungan dan menjadi bagian dari kampanye terkait perubahan iklim pada COP26.

Kondisi tersebut membuat para penggemar berharap kerja sama antara idol K-pop dan merek fesyen mewah juga dapat mendorong perusahaan untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi krisis iklim.

Kampanye Melibatkan Fanbase K-pop Global

Aksi Kpop 4 Planet menjadi salah satu bentuk solidaritas internasional dari komunitas penggemar K-pop terhadap isu perubahan iklim.

Sejumlah fanbase yang disebut terlibat antara lain Blackpink France, Blackpink Mexico Union, Blackpink Costa Rica, Jisoo Nation, Blink Official Indonesia, serta BTS Army Indonesia Amino.

Para penggemar membawa isu lingkungan ke berbagai lokasi strategis, termasuk kawasan yang menjadi pusat industri fesyen dan perdagangan barang mewah.

Penilaian Komitmen Iklim Merek Mewah

Pada Agustus 2023, penggemar K-pop bersama Kpop 4 Planet dan organisasi iklim dari Australia juga merilis penilaian terhadap komitmen iklim empat merek mewah, yakni Chanel, Celine, Dior, dan Saint Laurent.

Penilaian tersebut menyoroti komitmen iklim dan upaya pengurangan emisi dari masing-masing perusahaan.

Dalam penilaian tersebut, Saint Laurent yang berada di bawah Kering disebut mendapatkan posisi relatif lebih baik, meski masih masuk kategori “buruk”. Sementara Celine dan Dior yang berada di bawah LVMH masuk kategori “sangat buruk”. Chanel disebut berada di posisi terbawah dengan kategori “sangat buruk sekali”.

Target Energi Terbarukan 2030

Melalui kampanye ini, Kpop 4 Planet mendorong industri high fashion untuk memiliki komitmen yang lebih jelas terhadap lingkungan.

Salah satu tuntutannya adalah penggunaan 100 persen energi terbarukan dalam rantai pasok pada 2030. Para penggemar juga menyerukan target pengurangan emisi absolut sekitar 43–48 persen pada 2030 serta transparansi mengenai kondisi dan emisi rantai pasok perusahaan.

Bagi komunitas K-pop, popularitas para idol tidak hanya dapat digunakan untuk memasarkan produk, tetapi juga menjadi sarana untuk menyuarakan isu sosial dan lingkungan.

Aksi Kpop 4 Planet di Jakarta menunjukkan bahwa komunitas penggemar K-pop Indonesia tidak hanya mengikuti perkembangan musik dan budaya Korea Selatan, tetapi juga dapat terlibat dalam gerakan lingkungan berskala internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *